#MyStartupJourney: Kepak-Kepak Asa

photo (16)
Standard

“Gimana Eduqo, Her…?” ujar Rendy sambil menyuap sepotong Sausage Rol.

Saya yang sibuk mengunyah Choco Lava, sontak terdiam. Halus saya usap bibir yang menyisakan remah kue itu dengan tisue. Seteguk air mineral disesap. “Gue galau….”

Mata Rendy bertanya.

“Eduqo dalam keadaan sekarat…,” dalam berat saya bertutur.

Sekelebat tentang Eduqo melintas kilat di benak.

Eduqo, startup yang saya dirikan Mei 2012. Media online yang khusus me-review perkembangan teknologi pendidikan di Indonesia. Sempat menjadi partner lokal Google Indonesia kurang lebih satu tahun. Sempat menjadi content partner majalah Usahawan Nusantara asal Malaysia yang terdistribusi di Singapura, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia tentu saja. Sempat diliput media asal Singapura yang membahas startup, e27. Eduqo memang lebih diapresiasi di luar Indonesia. Namun….

“…menjadikan pendidik sebagai target market di Indonesia ini ternyata kurang seksi…,” ungkap saya apa adanya.

“Tapi elu bisa mengubah konsep bisnis Eduqo menjadi EO yang fokus pada bidang pendidikan, ‘kan…?”

“Pivot maksudnya?”

“Ya, kira-kira begitulah…,” saran Rendy sambil memotong Pizza Cheese Mania yang saya pesan.

“Eduqo memang gue putusin mau pivot…,” saya turut mengambil sepotong pizza tersebut, “tapi gue belum bisa share ke elu lebih lanjut…,” bahkan kepada salah satu sahabat dekat pun, saya belum bisa banyak membuka suara.

Dalam geming, asa itu tengah mengepak.

Tentang komunitas “Indonesia Educational Technology Startup” yang saya dirikan di Facebook. Tentang mengapa saya memutuskan resign sebagai full timer dari Tech in Asia Indonesia dan pindah ke HarukaEdu. Tentang saya yang memutuskan untuk fokus terlibat aktif di komunitas Startup Lokal sebagai volunteer.

10431675_10203712029100615_5976763294203663363_n

Saya dan para inisiator “Indonesia EdTech Startup”. Iman-RuangGuru (kiri) dan Gora-Kelase (kanan)

Ada visi yang terpancang dari rangkaian itu semua. Biar tindakan yang berkata. Jadi, meskipun Eduqo dalam keadaan koma, namun asa-nya masih mengepak….

Malam itu, Domino’s Pizza-Ciputat menjadi saksi.

@HerryFahrur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s